Maukah kamu, mengurai irama yang berima sebagai denting gitarmu? Lantas kita nyanyikan serenada tentang hidup, dan chorus-nya adalah sesuatu bahagia yang melonjak-lonjak lincah.
Maukah kamu, menjeda bersama tanda baca di alinea tentang kita? Entah itu seru yang teguh! Koma yang menggelitik, titik yang membintik. Atau bahkan tanya ragu? Aku, menunggumu seperti ke-26 aksara menanti untuk menjejak nyata.
Maukah kamu, bersama mengabadi di dalam album foto? Membingkai seluruh kenangan ke dalam senyum, lalu kita kecoh waktu. Maka malaikat maut hanya bisa mendengus cemburu: ada yang tak terpisahkan oleh ajal.
Lantas, maukah kamu, bila kuberikan padamu perca-perca rindu? Biar kita menambal waktu dengan perban yang tak akan usang dan lekang..
Oleh : ( KR)
Maukah kamu, menjeda bersama tanda baca di alinea tentang kita? Entah itu seru yang teguh! Koma yang menggelitik, titik yang membintik. Atau bahkan tanya ragu? Aku, menunggumu seperti ke-26 aksara menanti untuk menjejak nyata.
Maukah kamu, bersama mengabadi di dalam album foto? Membingkai seluruh kenangan ke dalam senyum, lalu kita kecoh waktu. Maka malaikat maut hanya bisa mendengus cemburu: ada yang tak terpisahkan oleh ajal.
Lantas, maukah kamu, bila kuberikan padamu perca-perca rindu? Biar kita menambal waktu dengan perban yang tak akan usang dan lekang..
Oleh : ( KR)





0 komentar:
Posting Komentar